Senin, 06 Januari 2014

Pengalaman (Edisi Tes CPNS)



Sekilas pandang..


Sejak pertengahan tahun 2013, ya kira-kira sehabis lebaran saya mengikuti beberapa tes masuk di beberapa instansi semacam Bank Indonesia dan OJK, tapi ya gagal di tengah jalan semua hahaha!! Sampai pada bulan September pengumuman CPNS mulai menggema dimana-mana, mulailah saya sibuk untuk mendaftar (daftar doank, tapi nggak ikut tes *parah*). Namanya juga cita-cita pengen jadi PNS, lagian tahun lalu sudah pernah nyoba tapi gagal *sediiiih*. Tahun ini sistemnya sedikit berbeda dengan tahun lalu, kalau di tahun 2012 hanya bisa ikut tes di satu instansi saja karena ujiannya serentak, maka tahun ini ada 2 jenis tes awal yang dinamakan TKD (tes kemampuan dasar), yaitu TKD dengan sistem CAT (computer assisted test) dan TKD yang masih menggunakan LJK (lembar jawab komputer), tapi gosipnya semua instansi yang mengadakan perekrutan CPNS tahun depan sudah harus memakai CAT semua. Apa itu sistem CAT?? Awalnya saya juga nggak tau, tanya teman-teman juga pada nggak mudeng, sampai akhirnya saya menjalani seperti apa tes dengan CAT, tapi bahasa gampangnya ini tes dengan komputer, kalau mau menjawab kita tinggal menggunakan mouse untuk meng-klik jawaban yang kita anggap benar, oiya soal antara peserta satu dengan yang lain berbeda-beda karena sudah melalui pengacakan soal, katanya jumlah soalnya ribuan, maka nggak akan dapat soal yang sama kalaupun kita tes di beberapa instansi sekaligus. Keunggulan CAT adalah nilainya yang langsung kita ketahui sesudah kita selesai mengerjakan soal *ini keunggulan atau kelemahan, agak ngeri juga liat nilai yang langsung terpampang, kalau bagus sih no problem, kalau jelek atau di bawah passing grade (PG) itu bikin sedih hehehe*. Dibeberapa instansi ada yang langsung memajang nilai-nilai peserta sehabis ujian lengkap dengan urutan rangking dan nama-namanya, ini kadang suka bikin perasaan ga enak hahaha, soalnya kan meski nilai kita di atas PG tapi kalau over kuota ya terpaksa yang nilainya pas-pasan jangan ngarep bisa lolos dari TKD, tapi kalau nilai kita bagus selain adem ayem bisa ikut tahapan berikutnya, bangga juga namanya terpampang di bagian atas daftar rangking peserta. Jadi intinya, sebisa mungkin dapatkanlah nilai setinggi-tingginya!!!

Beberapa hal yang harus dicermati :
Tahun 2013 penerimaan CPNS dengan sistem CAT nilai tertinggi 500 (kalau untuk LJK saya lupa, mungkin 500 juga), tapi pada kenyataannnya nilai 400 saja susah didapat, kalaupun ada di beberapa instansi yang saya ikuti tes-nya, mereka yang dapat 400 hanya segelintir orang, bahkan di beberapa instansi ada yang peserta ujiannya nilai tertinggi tidak bisa tembus 400.

Passing Grade (PG) atau standar minimal nilai kita untuk lolos TKD (lolos TKD belum berarti akan dipanggil untuk mengikuti tahapan tes selanjutnya lho). Tahun 2013 penerimaan CPNS sedikit nggak jelas, PG ditunda-tunda pengumumannya. Bukan apa-apa, ini terjadi lantaran Kemenpan menetapkan PG 400, whattttttZZZzz?! 400?! Coba deh yang bikin kebijakan suruh garap terus mereka bisa nggak dapat nilai 400, agak nyadar dikit lah, seperti yang sudah diuraikan di atas, 400 itu bukan skor yang mudah, boro-boro minimal, maksimal aja nggak nyampe segitu hehehe!! Akhirnya setelah berbelit-belit ditetapkan PG untuk tes TKD (sistem CAT) yang terdiri dari 3 bagian, TWK (tes wawasan kebangsaan), TIU (tes intelegensia umum), TKP (tes karakteristik pribadi) sebesar 70, 75, 105 (untuk LJK beda lagi, tapi nggak jauh beda dari angka segitu, googling sendiri ya kalau mau tau).

Biasanya kuota untuk ikut tahapan tes berikutnya yaitu TKB (tes kemampuan bidang) sekitar 1:3 per formasi, tetapi untuk di beberapa instansi bisa 1:6 atau 1:5, tergantung kebijakan. Ini terjadi seperti di Kemenkeu dan BPKP (kebetulan saya ikut TKD kedua instansi ini), kalau Kemenkeu yang lolos TKD 1:6 dan BPKP kalau tidak salah 1:5, ini mungkin terjadi karena formasi yang dibutuhkan banyak. Misalnya jurusan saya yang Akuntansi, Kemenkeu merekrut lebih dari 500 orang dan BPKP lebih dari 200 orang. Cara menghitungnya mudah, misalkan di instansi A akan direkrut 5 orang untuk jurusan X, maka hanya 15 orang dengan nilai tertinggi dari tes TKD yang akan dipanggil untuk tahapan tes berikutnya, ini contoh jika kuota mengikuti TKB hanya 1:3.

Apa itu TKB? TKB adalah tes kemampuan bidang. Ini adalah tes tahapan selanjutnya jika kita lolos TKD. Seperti apa tes-nya? Bisa macam-macam bentuk dan jenisnya, ada yang psikotest, ada yang wawancara, ada yang FGD, ada yang beneran tes bidang sesuai jurusan kuliah kita, ada yang dicampur-campur, semua itu tergantung kebijakan instansi masing-masing. Biasanya jenis TKB dari tahun sebelumnya tidak mengalami perbedaan signifikan untuk tahun selanjutnya. Ini terjadi di beberapa instansi, seperti Kemenkeu, BPK, BPKP, Kemenakertrans. Triknya adalah paling tidak kita mengumpulkan info sebanyak mungkin mengenai TKB untuk instansi yang kita daftar di tahun sebelumnya.

Nah.. sedikit cuplikan mengenai penerimaan CPNS tahun 2013. Jika ada yang saya ingat, saya akan tuliskan lagi beberapa hal yang mungkin terlupa. Beberapa soal yang pernah saya dapat di tes CPNS juga akan saya tuliskan nanti.


deeluvu

4 komentar: