Selasa, 14 April 2015

Coretan : Untukmu







Untukmu yang ada di hatiku, inilah isi hatiku untukmu..

Selamat pagi kesayangan, selamat beraktivitas, aku hanya bisa mengucapkan ini saat kita terpisahkan oleh jarak, yang hanya bisa aku ucapkan dalam hatiku, karena aku tak sanggup untuk mengganggumu.
Untukmu yang selama ini berada di hati dan pikiranku, aku berpisah sementara darimu karena keadaan yang memaksa, dan memang kita harus memberi jarak pada hubungan kita.

Aku menjauh dan aku diam tak berarti aku menghapusmu dari pikiran dan hatiku, aku hanya sedang memberi ruang agar kita bisa bernafas, aku hanya sedang memberi jalan pada keikhlasan untuk dapat hadir dalam hidup kita berdua.

Aku memang tak tau pasti untuk siapakah hatimu kau berikan, tapi aku yakin dengan pasti untuk siapa hatiku ini aku berikan.
Hubungan macam apa yang sedang kita jalani, hubungan macam apa yang kau inginkan, aku sadar aku tak boleh menuntutmu, aku tau tembok ini begitu sulit untuk ditaklukkan atau hanya sekedar kita panjat, kita pandang pun kita tak akan menemukan ujungnya.

Aku yang terkadang tak mengerti dirimu, begitupun kamu, kesayanganku, kita berdua menjalani entah apalah namanya ini, yang pasti di dalamnya ada dirimu dan diriku, terkadang kita tertawa bahagia, terkadang kita sama-sama tak mengalah untuk suatu hal, terkadang kita tak saling memahami, saling membisu dengan pikiran masing-masing.

Aku merasa selalu mengalah untukmu, begitu pun kamu, tanpa saling kita sadari sebenarnya kita saling mengalah satu sama lain, kita berbeda dalam banyak hal, tapi kita saling menguatkan diantara kerikil-kerikil kecil dalam jalan yang kita lalu, walau kadang kita terjatuh tapi kita berusaha bangkit dan memperbaikinya.

Tapi aku,
Aku mulai tak yakin padamu yang sekarang, aku tak yakin untuk siapa hatimu sekarang, siapalah aku yang bisa bertanya seperti ini, aku hanya sanggup memikirkannya tanpa ada kekuatan untuk mengutarakannnya. Orang sering bertanya hubungan apa yang kita jalani, dan aku pun tak punya daya untuk menjawabnya, hanya senyuman getir yang ada. 
Teruntuk dirimu kesayanganku, inilah yang ingin ku ungkapkan..



Maret, 2015

Deeluvu


Selasa, 03 Februari 2015

Goresan Pena (3)




Saat dimana hati ini terasa sakit,

Terasa perih, dan kehilangan rasa,

Aku yang selama ini merindukanmu,

Aku yang selama ini tertuju padamu,

Aku yang sejauh ini hanya memandangmu,

Aku yang selalu mencoba menyejajarkan langkah kaki ini denganmu,

Kau berlari aku pun berlari, kau berhenti aku pun juga,

Namun pada akhirnya akulah yang kelelahan,

Karena menggapai bayanganmu saja aku tak sanggup, apalagi menggapaimu,

Aku hanya bisa mencoba berdamai sekarang,

Berdamai dengan perasaanku,

Berdamai dengan logikaku,

Dan berdamai dengan keadaan,

Tak perlu menyesal, karena aku juga yang mencoba mengambil langkah ini,

Tak perlu menangis, karena aku pernah bahagia bersamamu,

Terima kasih untuk semuanya, kesayanganku, semoga kau bahagia entah sekarang atau nanti,

Berharap hal yang sama juga terjadi padaku, entah kapan aku sanggup kembali berjalan menjalani kehidupan ini seperti sedia kala.





deeluvu