. . . . . .
Pada suatu ketika,
Ketika sesuatu yang telah berlalu kembali terungkit,
Terungkit dalam diam, dalam sunyi di suatu senja,
Pikiran ini hanya memanjakan diri dengan angan-angan,
Angan-angan serta bayang-bayang tentang cinta,
Cinta yang mana?
Cinta yang hanya membicarakan pengorbanan,
Cinta yang hanya ada kau dan kau selalu, tanpa aku didalamnya,
Cinta yang semu,
Cinta yang tepiannya pun tak dapat terlihat, bukan hanya olehmu
saja, tapi untukku juga,
Nasib akan cinta mana yang kau bicarakan?
Cinta mana yang kau maksud?
Apakah cinta maya yang tak ada akhirnya ini?
^deeluvu^
