Senin, 24 Februari 2014

Pengalaman (Edisi Tes CPNS)





>> Mumpung masih ingat dan lagi niat nulisin ini..



 
TKB..



Setelah kemarin-kemarin membahas TKD alias Tes Kemampuan Dasar, sekarang mau bahas sedikit tentang sodaranya, yaitu TKB alias Tes Kemampuan Bidang. Apa itu TKB?? Saya sendiri juga nggak tau definisi TKB, bukan apa-apa, tiap instansi punya definisi alias beragam tes untuk menanggapi si TKB ini. Jadi, tahun lalu saya mengikuti 5 TKD dan kemudian juga dipanggil untuk TKB lima-limanya, tapi cuma berangkat 2 TKB. TKB yang saya ikuti adalah TKB di BPK dan Kominfo, untuk TKB di Kemenkeu saya nggak berangkat soalnya lagi di Jakarta, pengumumannya mendadak, waktu itu mau ikut TKD Kominfo, alhasil saya niatin aja TKD Kominfo dan ngelepas TKB Kemenkeu. Sebenernya kalau di ingat-ingat sekarang bikin ketawa, tapi dulu bikin galau, waktu itu hari Minggu belum genap jam 6 pagi saya baru nyampe rumah om, dan ketika buka whatsapp ada kiriman foto dari si teman ternyata dia capture-in nama saya yang lolos tes TKD dan lanjut TKB Kemenkeu, itu saya baru nyampe rumah om, dan belum 5 menit nyampe. Mau dikata apa, sudah kepalang tanggung, besok Senin harus registrasi kartu ujian tes CPNS Kominfo, dan hari Rabu tes-nya, dan itu bersamaan dengan Kemenkeu, yasudahlah pilih salah satu donk, soalnya saya nggak bisa mengkloningkan diri hehehe!! Denger-denger, pengumuman TKB Kemenkeu di umumin jam 12 malam, berarti Minggu dini hari, whatZz!! Waktu itu saya galau, pilih yang mana ya, tapi akhirnya dengan berbagai alasan dan berbagai pertimbangan saya mantapkan hati pilih ikut TKD Kominfo. Dari beberapa alasan misalnya di Kemenkeu tahapan tes masih ada lanjutannya setelah TKB, sedangkan Kominfo cuma TKD dan TKB; Kemenkeu penempatannya nggak bisa ditebak, kalau Kominfo sudah jelas ada kota-kota penempatannya di pengumuman; Kemenkeu pesaingnya masih seabrek, kalau nggak salah, masuk TKB masih tersisa 3000’an, kalau Kominfo paling yang ikut TKD cuma ratusan, nanti TKB lebih sedikit lagi donk ya; pilihan Direktorat Jenderal Kemenkeu yang saya pilih kurang favorit, kalau yang di Kominfo lebih favorit. Dan alasan-alasan kurang lebih begitu yang saya gunakan untuk memantapkan hati memilih ikut tes Kominfo. Untuk 2 TKB lagi, yang di BPKP dan Kemenekertrans saya juga nggak berangkat soalnya waktu itu uda ada pengumuman diterima di Kominfo.  -sesi curhat-


Baiklah dari yang saya masih ingat ya, TKB di Kominfo itu adalah tes wawancara bersama para petinggi Kominfo, tiap peserta akan diwawancarai 3 orang. Waktu itu saya diwawancarai 3 orang bapak-bapak. Bapak pertama tanyanya nggak aneh-aneh, kayaknya emang gitu, biar si peserta tes nggak gugup, pertanyaannya adalah seputar diri sendiri, keluarga, pengalaman, sekolah, kenapa pengen ditempatkan di bagian ini di Kominfo, dan cara saya menghadapi suatu permasalahan yang bapak itu tanyakan. Bapak kedua bertanya seputar program-program di Kominfo dan di pilihan instansi yang saya pilih (jadi di Kominfo waktu pendaftaran kita punya kesempatan milih pengen di tempatkan di bagian mana, di kota mana, tapi itu bukan mutlak kalau diterima pasti disitu, nanti keputusan akhir tetap yang memilihkan Kominfo), disini saya mati kutu dan mengarang indah, karena nggak belajar, soalnya sesi TKB Kominfo dibagi 3 hari, dan saya dapat hari kedua, nah yang sudah pada tes di hari pertama ada yang nulisin di Kaskus, saya terjebak cuma belajar seputar yang ditulisin, padahal kan pewawancara punya tipe pertanyaan yang beda-beda, yasudahlah miris ingatnya hahaha!! Karena mati kutu, saya sok tau, saya ngomongin internet kecamatan, tv digital, sampai mobil internet gratis yang hobi nongkrong di depan Monumen Pers di Solo, sotoy bingit lah ini, yang penting kan nggak diem aja omo!!! Nah untuk Bapak yang ketiga, sepanjang saya diwawancarai saya curi-curi pandang kan, bapaknya itu sibuk banget liatin skripsi saya, was-was donk ya, bukan apa-apa, uda berapa tahun nggak dibuka, takut lupa nulis apa aja dulu di skripsi. Ternyata yang ditanyain nggak ada hubungan sama skripsi sama sekali, beliau tanya “apa itu penyusutan?” dengan wajah lempeng, saya juga lempeng jawabnya, karena lupa definisinya, saya coba ngasih contoh aja, “pak depresiasi itu misalnya blablabla...”, bapaknya sih nggak komentar lagi, terus yang kedua tanya “penyusutan itu berpengaruh nggak ke arus kas?”, matiiih.. uda lama nggak belajar, saya bilang nggak, depresiasi kan nggak tercatat ke arus kas, tapi di neraca, hahaha.. tapi setelah dipikir-pikir kan harusnya tetep ngaruh ya, namanya juga laporan keuangan itu kan sepaket, 1 laporan berubah, yang lain ikutan berubah juga kan, tapi signifikan atau nggak kan tergantung juga perubahannya, yang penting saya jawab ngaco bapaknya nggak protes. Saya merasa beruntung waktu itu, bapaknya yang wawancara saya ramah semua, mana wawancara termasuk cepat dibanding peserta lain, ada peserta yang masuknya duluan dia lama, tapi keluarnya barengan saya, eh yang masuknya barengan sama saya tapi belum keluar-keluar. Sekedar tambahan saja, mungkin disesuaikan ya, misal dari jurusan Bahasa Inggris seperti kenalan saya, maka sesi wawancara juga menggunakan bahasa Inggris. Kemudian ada juga yang katanya disuruh nyebutin Pancasila, seputar Kominfo, ya kaya tadi misalnya apa program-program atau bisa kaya peserta yang ngobrol sama saya, dia ditanyain sebenernya menurut anda tugas Kominfo itu ngapain sih?, dan ada juga yang nulisin di Kaskus pertanyaannya apa bedanya akuntansi pemerintahan dengan akuntansi komersial, apa persamaannya, kemudian laporan keuangan Kominfo itu terdiri dari apa saja, jelaskan, kalau tipe pertanyaan seperti ini mungkin khusus jurusan Akuntansi ya.


TKB selanjutnya adalah TKB dari BPK, disini tahapan TKB terdiri dari tes psikotest, FGD (focus group discussion), dan tes wawancara. Saya sudah lupa psikotest seperti apa, yang jelas nggak seruwet psikotest PJB, OJK ataupun BI, ada tes Kraeplin atau Pauli ya, saya lupa yang mana, pokoknya ada salah satu deh. FGD waktu itu ngomongin persoalan auditor-auditor dengan berbagai kepribadian dan karakteristiknya masing-masing, disitu disuruh memilih berapa terbaik gitu versi diri sendiri dulu dan alasannya, kemudian versi diskusi kelompok dan alasannya kenapa memilih auditor-auditor itu.  Untuk yang wawancara pertanyaannya lebih ke diri sendiri sih, waktu itu saat psikotest kita juga mengisi form, yang mana form itu nanti akan digunakan saat wawancara, jadi sebaiknya kita jujur saat mengisi form tersebut, supaya saat sesi wawancara apa yang akan ditanyakan oleh pewawancara kita bisa menjelaskan dengan sebenar-benarnya, ingat mereka psikolog, jangan sampai kita ketahuan tidak jujur ketika mengisi form.

Untuk Kemenakertrans, BPKP, dan Kemenkeu, karena saya tidak mengikuti maka yang saya tuliskan berdasarkan pengalaman teman saya, kurang lebihnya gambarannya seperti ini. Kemenakertrans katanya TKB-nya berupa psikotest. Kemudian BPKP tahun 2013 terdiri dari psikotest dan wawancara psikolog. Kalau tahun 2012 teman saya yang ikut TKB BPKP kata dia psikotest, wawancara user dan wawancara psikolog, berarti tahun 2013 yang ditiadakan di wawancara user, kalau kata saya sih mending wawancara psikolog, yang ditanyain seputar kepribadian dan diri kita, kalau wawancara user mumet hehehe!! Kalau teman saya yang dulu wawancara user, pertanyaannya seperti, apa beda BPKP dan BPK, kemudian seputar audit. Untuk tahun 2014, tidak ada yang tau, apakah seperti tahun 2013, ataukah kembali ke tipe TKB tahun 2012, hanya BPKP dan Tuhan yang tau hehehe. Untuk Kemenkeu, ini dari teman saya yang ikut tes tahun 2012, psikotest yang terdiri dari tes IQ (gambar-gambar, pasangan kata, deret angka, deret gambar); matematika dasar; tes Pauli; Wartegg test, gambar orang, gambar pohon; tes kepribadian. Saya lupa tanya teman saya yang ikut TKB Kemenkeu 2013, tapi mungkin nggak jauh beda, karena dari jam 8 pagi sampai jam 3 sore kalau nggak salah tes-nya, laaammaaa!! Sekedar tambahan, teman saya ada yang ikut TKB PU, nah katanya si PU ini TKB-nya beneran tes bidang, alias kalau jurusan kuliahnya Akuntansi ya nanti tes-nya seputar Akuntansi, kata teman saya bikin mabok deh hehehe!!


Sekian sajalah saya nulisnya, kalau ada yang kurang nanti ditambahkan lagi, soalnya sudah berapa bulan yang lalu jadi ya ingat-ingat lupa. Dan yang saya tuliskan ini berdasarkan pengalaman saya dan teman-teman, kalau di tahun ini dan di kemudian hari berbeda ya nggak tau..





_deeluvu_