Tes Tahap 1 Rekrutmen OJK 2013
Tes tahap 1 OJK
2013 ini berlangsung tanggal 21 September 2013, tepatnya di hari Sabtu, dan
karena rumah saya di Solo maka lokasi tes yang saya pilih adalah Yogyakarta (paling mudah dan paling dekat dijangkau). Pagi
itu seperti biasa saya dan beberapa teman yang ikut tes menaiki angkutan
transportasi paling efisien dan murmer
(murah meriah), yaitu jreng.. jreng.. kereta
api Prameks keberangkatan pukul 05.30, 10 ribu pun
bisa sampai Jogja lho!! Kira-kira satu jam kemudian sampailah kami di
Stasiun Lempuyangan, kata teman saya stasiun ini paling dekat kalau mau ke lokasi
tes di STIM YKPN yang ada di utara Monjali (Monumen
Jogja Kembali), kemudian kami melanjutkan perjalanan menggunakan taksi,
yang kira-kira berbiaya 40 ribu (tapi karena dibagi
4 orang, maka 1 orang kena 10 ribu saja). Saat di dalam taksi ternyata
pak supirnya bilang kalau mau ke daerah Monjali lebih dekat turun dari Stasiun
Tugu (itu lho yang dekat Malioboro) daripada
turun di Stasiun Lempuyangan (astagaaaa.. salah
duech hahaha).
Pada akhirnya kami sampai di STIM YKPN,
segera kami cek ruang tes masing-masing, dan akhirnya saya dapat ruang di
lantai 3 (olahraga naik tangga). Dan tes ini
pun dimulai (hufft!!), berikut kurang lebih
materi tesnya :
Tes
Kraeplin, omo.. baru mulai sudah disuruh tes macam begini hikzz.. menghabiskan tenaga dan konsentrasi mulai
melemah setelah tes ini, hahaha begitulah kata kebanyakan orang.
Tes
Potensi, selain berisikan tes
Kraeplin, tes ini juga berisikan beberapa tes umum lainnya seperti tes
hitung-hitungan (tambah, kurang, kali, bagi), tes menyusun bentuk dari
jaring-jaring kerucut, prisma, limas, tabung, dsb. Dan macam-macam tes potensi
lainnya (saya sudah nggak ingat lagi hehehe) (maaf
kurang lengkap).
Tes
Kemampuan Umum, begitulah mereka para
tim rekrutmen menyebut, tapi saya lebih suka menyebutnya sebagai tes OJK!!! Semuaaaaaaaaanya
tentang OJK, dan saya sama sekali tidak mencari tahu atau belajar tentang OJK
sebelumnya (karena dari pengalaman tes saya, di
sebuah lembaga pemerintah sebelumnya, disitu juga ada tes semacam ini tapi
tenyata tes yang saya jalani tidak terlalu berkaitan dengan lembaga tersebut,
alhasil karena menyamaratakan satu dengan yang lain, saya malah kena zonk!!
salah sendiri sih kenapa nggak belajar hahaha).
Tes
Kemampuan Khusus, kalau tes yang satu
ini sesuai bidang jurusan kuliah yang anda ambil masing-masing. Karena saya
anak Akuntansi (ngakunya) maka tesnya
seputar Akuntansi, ada pertanyaan seputar kerangka konseptual, semisal relevan,
going concern, reliable, dst. Kemudian ada mengenai depresiasi, semisal
depresiasi apa yang digunakan dalam pajak, kemudian soal menghitung depresiasi.
Ada pula mengenai piutang tak tertagih, jurnal pembalik, jurnal penyesuaian,
kemudian seputar laporan keuangan (arus kas dibahas agak mendalam daripada yang
lainnya). Beberapa soal hitungan malah saya nggak bisa, udah lupa (paraaah!!).
Tes
Bahasa Inggris, tes ini akan anda
lewati jika mempunyai Toefl dengan skor lebih dari 500, dari lembaga yang
sesuai dengan keinginan OJK. Tapi di ruangan saya hanya satu orang yang tidak
mengikuti tes ini. Waktu untuk tes ini lebih cepat daripada tes yang
sebelumnya, hanya 45 menit untuk soal yang
banyaknya segambreng hufft. Kalau menurut saya, ini sebenarnya sedikit
lebih mudah dari Toefl, karena tidak ada listening ataupun reading. Soal hanya sekitar
vocab, tenses, kata ganti, dst.
Demikianlah akhirnya tes yang
berlangsung sekitar pukul 08.30 (dari jadwal jam 8), sampai dengan jam 12’an. Setelah
selesai tes akhirnya saya dan teman-teman pulang dengan menunggu angkutan umum
dan bus di depan STIM YKPN tapi ternyata tak kunjung tiba. Lalu jalan kakilah
kami sampai shelter trans Jogja yang ada disebelah Taman Pelangi Monjali,
astaga ternyata jalan kakinya jauh sekali (bagi
yang rumahnya Jogja pasti tahu seberapa jauhnya). Masih belum berhenti
kesialan itu rupanya, menunggu bus trans arah Stasiun Tugu tak kunjung tiba,
setelah dapat bus yang kami tunggu lama, ternyata sepanjang jalan dari Monjali
sampai Tugu kami harus berdiri. Daaan.. yang paling menyedihkan, sampai Tugu
ternyata si Prameks baru saja berangkat. Alhasil ketinggalan kereta membuat
kami harus naik kereta berikutnya di jam 17.45, mau
ngapain coba berjam-jam di stasiun hwaa..!! Maka diputuskan kami
jalan-jalan ke sekitaran Malioboro, menikmati Jogja di sore hari, tanpa beli
apa-apa, kecuali jajanan hahaha!! Waktu pun beranjak,
sekitar jam 5 sore lebih sedikit kami menuju kereta Prameks yang telah tiba, jreng.. jreng.. ternyata telah penuh sesak di
dalamnya, dan berdiri sepanjang perjalanan ke Solo tak terelakkan, rasanya campur-campur, sudah sangat pegal ini
kaki, masih harus menderita 1 jam perjalanan. Akhirnya tak terasa sampai
jugalah saya di Stasiun Purwosari Solo, meninggalkan teman-teman yang turun di
Stasiun Balapan. Berakhir pula kegiatan luar biasa seharian ini (hiperbol banget hahaha!!).
:deeluvu:
Kenang-kenangan :