Jumat, 31 Mei 2013

bUkU


LIFE TRAVELER
suatu ketika di sebuah perjalanan
a traveloque by Windy Ariestanty


Part 2
Penulis : Windy Ariestanty  @windyariestanty
Editor : Alit T. Palupi
Redaksi : Gagas Media

Part 2 ini lebih membahas mengenai isi bukunya mba Windy,
#1.  Berkemas
#2.  Ha Noi : The City of Peace
#3.  A Home Away From Home
#4.  Welcome Home
#5.  A Sleeping Beauty on the Sleeping Bus
#6.  Tentang Mereka yang Jatuh Cinta
#7.  Bahasa Manusia
#8.  Not Foreigners
#9.  Frankfurt : Mula Harahap, Goethe Haus, dan Book Fair
#10.  Sweet Escape : to Prague
#11.  Toi Toi : (Unknown) Traditional Coffee Shop
#12.  Menunggu di Heidelberg
#13.  A Morning Kiss Bye From A Stranger
#14.  10-10-10 : Dalam Sebuah Perjalanan Menuju Paris
#15.  My Point Zero in Paris is Louis Vuitton
#16.  Paris : Bertemu Malaikat di Kilometer Nol
#17.  Red Light District dan Thai Girls Show
#18.  Satu Malam di O’Hare
Kisah dari Teman Sepermainan
Sebuah Catatan Menuju Pulang

Ini saya temukan di bukunya mba Windy, dan baguuuuuuuuus kata-katanya, baca dey..
selamat memulai perjalanan,
temui saya di ujung jalan sana.
entah di masa yang mana.
( @windyariestanty )

Saking sukanya sama buku ini, saya berharap ada orang lain lagi yang membaca bukunya mba Windy yang ini (kalau ngga punya uang buat beli, minimal minjem lah). Ngga ada ruginya baca buku, seperti kata banyak orang, buku adalah jendela ilmu (ciye……)
Dan akhir kata saya harap mba Windy terus menulis, untuk menghasilkan buku-buku yang nggak kalah bagusnya dengan buku Life Traveler ini. Bahkan saya dan yang lain pun jika ada kesempatan bisa membuat buku yang sebagus mba Windy (amien).

deeluvu
d^^b

Selasa, 07 Mei 2013

BuKu


Life Traveler
-suatu ketika di sebuah perjalanan-

Part 1
Iseng-iseng pinjem buku sama sepupu, niatnya sih mau pinjem novel yang ceritanya bikin penasaran tapi ga bikin mikir, wong namanya juga mau refreshing hehehe. Setelah milih-milih, ternyata si sepupu malah rekomen Life Traveler-nya jeng Windy Ariestanty, katanya si sepupu beli ini pertama karena pembatas bukunya keren (eh emang beneran kuq, unik gitu).  Awalnya sih ga tertarik, apalagi ini bukan jenis buku yang pengen aku pinjem (soriii lho jeng Windy hahaha). Tapi karena di rekomen yang empunya buku, yoez angkut aja deh, bawa pulang (bahkan berbulan-bulan kemudian belum dibalikin saking suka baca, sampe ada bagian-bagian yang di ulang-ulang). Awalnya pinjem beberapa buku, sampe di rumah di bolak-balik mau baca yang mana dulu, tapi setelah nemu Life Traveler malah ga pengen baca yang lain (sampe novel lain uda dikembaliin, yang ini doank yang belum). Gimana ga seneng banget bacanya, ini nyeritain kisahnya jeng Windy yang lagi keluar negeri, yang mulai dari emang liburan sampe yang lagi kerja tapi disempet-sempetin pergi ke suatu lokasi, baik yang disengaja ataupun ngga, yang ceritanya bikin aku ngiler (pengen kesana!!!!).
Inspiratif banget niy buku, besok klo ada jodoh sama tempat-tempat ini pengen kesana juga (mbolang juga gapapa). Dan pada akhirnya jangan liat buku cuma sekilas dari luarnya, sebelum kamu liat apa aja yang di dalamnya, rugi banget kalau ternyata isinya keren, bikin kita tambah pengetahuan (plus bikin pengen kaya penulisnya -bisa jalan-jalan ke tempat-tempat luar biasa di belahan dunia yang lain-). Salut sama jeng Windy, yang dalam keadaan apapun tetep bisa nemuin sisi positifnya, bahkan serasa ngajak kita jalan-jalan, dan sangat informatif. Life Traveler adalah salah satu buku yang bisa menginspirasi, dijamin ngga rugi baca ini buku.

deeluvu