>> Mumpung
masih ingat dan lagi niat nulisin ini..
TKB..
Setelah kemarin-kemarin membahas
TKD alias Tes Kemampuan Dasar, sekarang mau bahas sedikit tentang sodaranya,
yaitu TKB alias Tes Kemampuan Bidang. Apa itu TKB?? Saya sendiri juga nggak tau
definisi TKB, bukan apa-apa, tiap instansi punya definisi alias beragam tes
untuk menanggapi si TKB ini. Jadi, tahun lalu saya mengikuti 5 TKD dan kemudian
juga dipanggil untuk TKB lima-limanya, tapi cuma berangkat 2 TKB. TKB yang saya
ikuti adalah TKB di BPK dan Kominfo, untuk TKB di Kemenkeu saya nggak berangkat
soalnya lagi di Jakarta, pengumumannya mendadak, waktu itu mau ikut TKD
Kominfo, alhasil saya niatin aja TKD Kominfo dan ngelepas TKB Kemenkeu.
Sebenernya kalau di ingat-ingat sekarang bikin ketawa, tapi dulu bikin galau,
waktu itu hari Minggu belum genap jam 6 pagi saya baru nyampe rumah om, dan
ketika buka whatsapp ada kiriman foto dari si teman ternyata dia capture-in
nama saya yang lolos tes TKD dan lanjut TKB Kemenkeu, itu saya baru nyampe
rumah om, dan belum 5 menit nyampe. Mau dikata apa, sudah kepalang tanggung,
besok Senin harus registrasi kartu ujian tes CPNS Kominfo, dan hari Rabu
tes-nya, dan itu bersamaan dengan Kemenkeu, yasudahlah pilih salah satu donk,
soalnya saya nggak bisa mengkloningkan diri hehehe!! Denger-denger, pengumuman
TKB Kemenkeu di umumin jam 12 malam, berarti Minggu dini hari, whatZz!! Waktu
itu saya galau, pilih yang mana ya, tapi akhirnya dengan berbagai alasan dan
berbagai pertimbangan saya mantapkan hati pilih ikut TKD Kominfo. Dari beberapa
alasan misalnya di Kemenkeu tahapan tes masih ada lanjutannya setelah TKB,
sedangkan Kominfo cuma TKD dan TKB; Kemenkeu penempatannya nggak bisa ditebak,
kalau Kominfo sudah jelas ada kota-kota penempatannya di pengumuman; Kemenkeu
pesaingnya masih seabrek, kalau nggak salah, masuk TKB masih tersisa 3000’an,
kalau Kominfo paling yang ikut TKD cuma ratusan, nanti TKB lebih sedikit lagi
donk ya; pilihan Direktorat Jenderal Kemenkeu yang saya pilih kurang favorit,
kalau yang di Kominfo lebih favorit. Dan alasan-alasan kurang lebih begitu yang
saya gunakan untuk memantapkan hati memilih ikut tes Kominfo. Untuk 2 TKB lagi,
yang di BPKP dan Kemenekertrans saya juga nggak berangkat soalnya waktu itu uda
ada pengumuman diterima di Kominfo. -sesi curhat-
Baiklah dari yang saya masih ingat
ya, TKB di Kominfo itu adalah tes wawancara bersama para petinggi Kominfo, tiap
peserta akan diwawancarai 3 orang. Waktu itu saya diwawancarai 3 orang
bapak-bapak. Bapak pertama tanyanya nggak aneh-aneh, kayaknya emang gitu, biar
si peserta tes nggak gugup, pertanyaannya adalah seputar diri sendiri, keluarga,
pengalaman, sekolah, kenapa pengen ditempatkan di bagian ini di Kominfo, dan
cara saya menghadapi suatu permasalahan yang bapak itu tanyakan. Bapak kedua
bertanya seputar program-program di Kominfo dan di pilihan instansi yang saya
pilih (jadi di Kominfo waktu pendaftaran kita punya kesempatan milih pengen di
tempatkan di bagian mana, di kota mana, tapi itu bukan mutlak kalau diterima
pasti disitu, nanti keputusan akhir tetap yang memilihkan Kominfo), disini saya
mati kutu dan mengarang indah, karena nggak belajar, soalnya sesi TKB Kominfo
dibagi 3 hari, dan saya dapat hari kedua, nah yang sudah pada tes di hari
pertama ada yang nulisin di Kaskus, saya terjebak cuma belajar seputar yang
ditulisin, padahal kan pewawancara punya tipe pertanyaan yang beda-beda,
yasudahlah miris ingatnya hahaha!! Karena mati kutu, saya sok tau, saya
ngomongin internet kecamatan, tv digital, sampai mobil internet gratis yang
hobi nongkrong di depan Monumen Pers di Solo, sotoy bingit lah ini, yang
penting kan nggak diem aja omo!!! Nah untuk Bapak yang ketiga, sepanjang saya
diwawancarai saya curi-curi pandang kan, bapaknya itu sibuk banget liatin
skripsi saya, was-was donk ya, bukan apa-apa, uda berapa tahun nggak dibuka,
takut lupa nulis apa aja dulu di skripsi. Ternyata yang ditanyain nggak ada
hubungan sama skripsi sama sekali, beliau tanya “apa itu penyusutan?” dengan
wajah lempeng, saya juga lempeng jawabnya, karena lupa definisinya, saya coba
ngasih contoh aja, “pak depresiasi itu misalnya blablabla...”, bapaknya sih nggak
komentar lagi, terus yang kedua tanya “penyusutan itu berpengaruh nggak ke arus
kas?”, matiiih.. uda lama nggak belajar, saya bilang nggak, depresiasi kan
nggak tercatat ke arus kas, tapi di neraca, hahaha.. tapi setelah dipikir-pikir
kan harusnya tetep ngaruh ya, namanya juga laporan keuangan itu kan sepaket, 1 laporan
berubah, yang lain ikutan berubah juga kan, tapi signifikan atau nggak kan
tergantung juga perubahannya, yang penting saya jawab ngaco bapaknya nggak
protes. Saya merasa beruntung waktu itu, bapaknya yang wawancara saya ramah
semua, mana wawancara termasuk cepat dibanding peserta lain, ada peserta yang
masuknya duluan dia lama, tapi keluarnya barengan saya, eh yang masuknya
barengan sama saya tapi belum keluar-keluar. Sekedar tambahan saja, mungkin disesuaikan
ya, misal dari jurusan Bahasa Inggris seperti kenalan saya, maka sesi wawancara
juga menggunakan bahasa Inggris. Kemudian ada juga yang katanya disuruh
nyebutin Pancasila, seputar Kominfo, ya kaya tadi misalnya apa program-program
atau bisa kaya peserta yang ngobrol sama saya, dia ditanyain sebenernya menurut
anda tugas Kominfo itu ngapain sih?, dan ada juga yang nulisin di Kaskus
pertanyaannya apa bedanya akuntansi pemerintahan dengan akuntansi komersial,
apa persamaannya, kemudian laporan keuangan Kominfo itu terdiri dari apa saja,
jelaskan, kalau tipe pertanyaan seperti ini mungkin khusus jurusan Akuntansi
ya.
TKB selanjutnya adalah TKB dari
BPK, disini tahapan TKB terdiri dari tes psikotest, FGD (focus group
discussion), dan tes wawancara. Saya sudah lupa psikotest seperti apa, yang
jelas nggak seruwet psikotest PJB, OJK ataupun BI, ada tes Kraeplin atau Pauli
ya, saya lupa yang mana, pokoknya ada salah satu deh. FGD waktu itu ngomongin persoalan
auditor-auditor dengan berbagai kepribadian dan karakteristiknya masing-masing,
disitu disuruh memilih berapa terbaik gitu versi diri sendiri dulu dan
alasannya, kemudian versi diskusi kelompok dan alasannya kenapa memilih
auditor-auditor itu. Untuk yang
wawancara pertanyaannya lebih ke diri sendiri sih, waktu itu saat psikotest
kita juga mengisi form, yang mana form itu nanti akan digunakan saat wawancara,
jadi sebaiknya kita jujur saat mengisi form tersebut, supaya saat sesi
wawancara apa yang akan ditanyakan oleh pewawancara kita bisa menjelaskan
dengan sebenar-benarnya, ingat mereka psikolog, jangan sampai kita ketahuan
tidak jujur ketika mengisi form.
Untuk Kemenakertrans, BPKP, dan Kemenkeu, karena saya tidak mengikuti maka
yang saya tuliskan berdasarkan pengalaman teman saya, kurang lebihnya
gambarannya seperti ini. Kemenakertrans katanya TKB-nya berupa psikotest.
Kemudian BPKP tahun 2013 terdiri dari psikotest dan wawancara psikolog. Kalau
tahun 2012 teman saya yang ikut TKB BPKP kata dia psikotest, wawancara user dan
wawancara psikolog, berarti tahun 2013 yang ditiadakan di wawancara user, kalau
kata saya sih mending wawancara psikolog, yang ditanyain seputar kepribadian
dan diri kita, kalau wawancara user mumet hehehe!! Kalau teman saya yang dulu
wawancara user, pertanyaannya seperti, apa beda BPKP dan BPK, kemudian seputar
audit. Untuk tahun 2014, tidak ada yang tau, apakah seperti tahun 2013, ataukah
kembali ke tipe TKB tahun 2012, hanya BPKP dan Tuhan yang tau hehehe. Untuk
Kemenkeu, ini dari teman saya yang ikut tes tahun 2012, psikotest yang terdiri
dari tes IQ (gambar-gambar, pasangan kata, deret angka, deret gambar); matematika
dasar; tes Pauli; Wartegg test, gambar orang, gambar pohon; tes kepribadian.
Saya lupa tanya teman saya yang ikut TKB Kemenkeu 2013, tapi mungkin nggak jauh
beda, karena dari jam 8 pagi sampai jam 3 sore kalau nggak salah tes-nya,
laaammaaa!! Sekedar tambahan, teman saya ada yang ikut TKB PU, nah katanya si
PU ini TKB-nya beneran tes bidang, alias kalau jurusan kuliahnya Akuntansi ya
nanti tes-nya seputar Akuntansi, kata teman saya bikin mabok deh hehehe!!
Sekian sajalah saya nulisnya, kalau ada yang kurang nanti ditambahkan lagi,
soalnya sudah berapa bulan yang lalu jadi ya ingat-ingat lupa. Dan yang saya
tuliskan ini berdasarkan pengalaman saya dan teman-teman, kalau di tahun ini
dan di kemudian hari berbeda ya nggak tau..
_deeluvu_

Ooh jadi kemenakertrans tkb nya cyma psikotest... beneran tuh kak gd wawncara psikolog dan user...
BalasHapus
HapusCERITA KISAH SUKSES SAYA JADI PNS
Assalamu Alaikum wr-wb, perkenalkan saya seorang guru honorer di Kalimantan Timur, saya ingin mempublikasikan KISAH KESUKSESAN saya menjadi seorang PNS. saya ingin berbagi kesuksesan keseluruh pegawai honorer di instansi pemerintahan manapun, saya mengabdikan diri sebagai guru disebuah desa terpencil, dan disini daerah tempat saya mengajar hanya dialiri listrik tenaga surya, saya melakukan ini demi kepentingan anak murid saya yang ingin menggapai cita-cita, Sudah 9 tahun saya jadi tenaga honor belum diangkat jadi PNS Bahkan saya sudah 4 kali mengikuti ujian, dan membayar 70 jt namun hailnya nol uang pun tidak kembali, bahkan saya sempat putus asah, pada suatu hari sekolah tempat saya mengajar di SD NEGERI 009 di banjarmasin mendapat tamu istimewa dari salah seorang pejabat tinggi dari kantor BKN pusat karena saya sendiri mendapat penghargaan pengawai honorer teladan, disinilah awal perkenalan saya dengan beliau, dan secara kebetulan beliau menitipkan nomor hp pribadinya 0853-2174-0123 dan 3 bln kemudian saya pun coba menghubungi beliau dan beliau menyuruh saya mengirim berkas saya melalui email, Satu minggu kemudian saya sudah ada panggilan ke jakarta untuk ujian, alhamdulillah berkat bantuan beliau saya pun bisa lulus dan SK saya akhirnya bisa keluar,dan saya sangat berterimah kasih ke pada beliau dan sudah mau membantu saya, itu adalah kisah nyata dari saya, jika anda ingin seperti saya, anda bisa Hubungi Bpk DR HERMAN M.si No Hp 0853-2174-0123. siapa tau beliau masih bisa membantu anda, Wassalamu Alaikum Wr Wb...
kata teman saya begitu, waktu itu sudah pemberkasan di tempat lain jadi nggak sempat ikut tkb kemenakertrans
BalasHapusMaksih infonya gan, mudah2 ane dan temen2 yg laen nembus kemenakertrans hehhe
BalasHapuscieee dee
BalasHapusKomentar ini telah dihapus oleh pengarang.
BalasHapusKomentar ini telah dihapus oleh pengarang.
BalasHapusterima kasih atas share-nya :).
BalasHapusmau tanya nih, gitu kalau misal lihat bukaan test - test dimana yaa? langsung ke website resminya kah atau ke kantornya tanya ada test cpns kapan?
terima kasih
BalasHapusCERITA KISAH SUKSES SAYA JADI PNS
Assalamu Alaikum wr-wb, perkenalkan saya seorang guru honorer di Kalimantan Timur, saya ingin mempublikasikan KISAH KESUKSESAN saya menjadi seorang PNS. saya ingin berbagi kesuksesan keseluruh pegawai honorer di instansi pemerintahan manapun, saya mengabdikan diri sebagai guru disebuah desa terpencil, dan disini daerah tempat saya mengajar hanya dialiri listrik tenaga surya, saya melakukan ini demi kepentingan anak murid saya yang ingin menggapai cita-cita, Sudah 9 tahun saya jadi tenaga honor belum diangkat jadi PNS Bahkan saya sudah 4 kali mengikuti ujian, dan membayar 70 jt namun hailnya nol uang pun tidak kembali, bahkan saya sempat putus asah, pada suatu hari sekolah tempat saya mengajar di SD NEGERI 009 di banjarmasin mendapat tamu istimewa dari salah seorang pejabat tinggi dari kantor BKN pusat karena saya sendiri mendapat penghargaan pengawai honorer teladan, disinilah awal perkenalan saya dengan beliau, dan secara kebetulan beliau menitipkan nomor hp pribadinya 0853-2174-0123 dan 3 bln kemudian saya pun coba menghubungi beliau dan beliau menyuruh saya mengirim berkas saya melalui email, Satu minggu kemudian saya sudah ada panggilan ke jakarta untuk ujian, alhamdulillah berkat bantuan beliau saya pun bisa lulus dan SK saya akhirnya bisa keluar,dan saya sangat berterimah kasih ke pada beliau dan sudah mau membantu saya, itu adalah kisah nyata dari saya, jika anda ingin seperti saya, anda bisa Hubungi Bpk DR HERMAN M.si No Hp 0853-2174-0123. siapa tau beliau masih bisa membantu anda, Wassalamu Alaikum Wr Wb...
Assalamualaikum dulu di Kominfo formasi yg kakak pilih formasi apa kak?
BalasHapus